Sabtu, 01 Oktober 2011

Seorang Gadis Nekat Pipis Di Pinggir Jalan Ramai

Hahaha…nekat gadis ini, mungkin karena sudah kebelet pipis dan tidak dapat menahan keinginannya untuk pipis, gadis ini tidak perduli kalau ia sedang berada dipinggir jalan dan keramaian orang yang berlalu lalang, langsung saja ia jongkok…hahaha keliatan deh ?!?


Read More >>

Fakta Dibalik Kisah G30S PKI (Video)


Hari Selasa, pengujung tahun 1966. Penjara Militer Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Dua pria berhadapan. Yang satu bertubuh gempal, potongan cepak berusia 39 tahun. Satunya bertubuh kurus, usia 52 tahun. Mereka adalah Letnan Kolonel Untung Samsuri dan Soebandrio, Menteri Luar Negeri kabinet Soekarno. Suara Untung bergetar. “Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih,” kata Untung kepada Soebandrio.

Itulah perkataan Untung sesaat sebelum dijemput petugas seperti ditulis Soebandrio dalam buku Kesaksianku tentang G30S. Dalam bukunya, Soebandrio menceritakan, selama di penjara, Untung yakin dirinya tidak bakal dieksekusi. Untung mengaku G-30-S atas setahu Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto.

Keyakinan Untung bahwa ia bakal diselamatkan Soeharto adalah salah satu “misteri” tragedi September-Oktober. Kisah pembunuhan para jenderal pada 1965 adalah peristiwa yang tak habis-habisnya dikupas. Salah satu yang jarang diulas adalah spekulasi kedekatan Untung dengan Soeharto.

Memperingati tragedi September kali ini, Koran Tempo bermaksud menurunkan edisi khusus yang menguak kehidupan Letkol Untung. Tak banyak informasi tentang tokoh ini, bahkan dari sejarawan “Data tentang Untung sangat minim, bahkan riwayat hidupnya,” kata sejarawan Asvi Warman Adam.

Potongannya seperti preman

Tempo berhasil menemui saksi hidup yang mengenal Letkol Untung. Salah satu saksi adalah Letkol CPM (Purnawirawan) Suhardi. Umurnya sudah 83 tahun. Ia adalah sahabat masa kecil Untung di Solo dan bekas anggota Tjakrabirawa. Untung tinggal di Solo sejak umur 10 tahun. Sebelumnya, ia tinggal di Kebumen. Di Solo, ia hidup di rumah pamannya, Samsuri. Samsuri dan istrinya bekerja di pabrik batik Sawo, namun tiap hari membantu kerja di rumah Ibu Wergoe Prajoko, seorang priayi keturunan trah Kasunan, yang tinggal di daerah Keparen, Solo. Wergoe adalah orang tua Suhardi.


“Dia memanggil ibu saya bude dan memanggil saya Gus Hardi,” ujar Suhardi. Suhardi, yang setahun lebih muda dari Untung, memanggil Untung: si Kus. Nama asli Untung adalah Kusman. Suhardi ingat, Untung kecil sering menginap di rumahnya. Tinggi Untung kurang dari 165 sentimeter, tapi badannya gempal.

“Potongannya seperti preman. Orang-orang Cina yang membuka praktek-praktek perawatan gigi di daerah saya takut semua kepadanya,” kata Suhardi tertawa. Menurut Suhardi, Untung sejak kecil selalu serius, tak pernah tersenyum. Suhardi ingat, pada 1943, saat berumur 18 tahun, Untung masuk Heiho. “Saya yang mengantarkan Untung ke kantor Heiho di perempatan Nonongan yang ke arah Sriwedari.”

Setelah Jepang kalah, menurut Suhardi, Untung masuk Batalion Sudigdo, yang markasnya berada di Wonogiri. “Batalion ini sangat terkenal di daerah Boyolali. Ini satu-satunya batalion yang ikut PKI (Partai Komunis Indonesia),” kata Suhardi. Menurut Suhardi, batalion ini lalu terlibat gerakan Madiun sehingga dicari-cari oleh Gatot Subroto.

Clash yang terjadi pada 1948 antara Republik dan Belanda membuat pengejaran terhadap batalion-batalion kiri terhenti. Banyak anggota batalion kiri bisa bebas. Suhardi tahu Untung kemudian balik ke Solo. “Untung kemudian masuk Korem Surakarta,” katanya. Saat itu, menurut Suhardi, Komandan Korem Surakarta adalah Soeharto. Soeharto sebelumnya adalah Komandan Resimen Infanteri 14 di Semarang. “Mungkin perkenalan awal Untung dan Soeharto di situ,” kata Suhardi.

Keterangan Suhardi menguatkan banyak tinjauan para analisis. Seperti kita ketahui, Soeharto kemudian naik menggantikan Gatot Subroto menjadi Panglima Divisi Diponegoro. Untung lalu pindah ke Divisi Diponegoro, Semarang. Banyak pengamat melihat, kedekatan Soeharto dengan Untung bermula di Divisi Diponegoro ini. Keterangan Suhardi menambahkan kemungkinan perkenalan mereka sejak di Solo.

Hubungan Soeharto-Untung terjalin lagi saat Soeharto menjabat Panglima Kostrad mengepalai operasi pembebasan Irian Barat, 14 Agustus 1962. Untung terlibat dalam operasi yang diberi nama Operasi Mandala itu. Saat itu Untung adalah anggota Batalion 454 Kodam Diponegoro, yang lebih dikenal dengan Banteng Raiders.

Di Irian, Untung memimpin kelompok kecil pasukan yang bertempur di hutan belantara Kaimana. Sebelum Operasi Mandala, Untung telah berpengalaman di bawah pimpinan Jenderal Ahmad Yani. Ia terlibat operasi penumpasan pemberontakan PRRI atau Permesta di Bukit Gombak, Batusangkar, Sumatera Barat, pada 1958. Di Irian, Untung menunjukkan kelasnya. Bersama Benny Moerdani, ia mendapatkan penghargaan Bintang Sakti dari Presiden Soekarno.

“Kedua prestasi inilah yang menyebabkan Untung menjadi anak kesayangan Yani dan Soeharto,” kata Kolonel Purnawirawan Maulwi Saelan, mantan Wakil Komandan Tjakrabirawa, atasan Untung di Tjakrabirawa, kepada Tempo.

Untung masuk menjadi anggota Tjakrabirawa pada pertengahan 1964. Dua kompi Banteng Raiders saat itu dipilih menjadi anggota Tjakrabirawa. Jabatannya sudah letnan kolonel saat itu.

Anggota Tjakrabirawa dipilih melalui seleksi ketat. Pangkostrad, yang kala itu dijabat Soeharto, yang merekomendasikan batalion mana saja yang diambil menjadi Tjakrabirawa.

Sebab, menurut Suhardi, siapa pun yang bertugas di Jawa Tengah mengetahui banyak anggota Raiders saat itu yang eks gerakan Madiun 1948. “Pasti Soeharto tahu itu eks PKI Madiun.”

Di Tjakrabirawa, Untung menjabat Komandan Batalion I Kawal Kehormatan Resimen Tjakrabirawa. Batalion ini berada di ring III pengamanan presiden dan tidak langsung berhubungan dengan presiden. Maulwi, atasan Untung, mengaku tidak banyak mengenal sosok Untung.


Suhardi masuk Tjakrabirawa sebagai anggota Detasemen Pengawal Khusus. Pangkatnya lebih rendah dibanding Untung. Ia letnan dua. Pernah sekali waktu mereka bertemu, ia harus menghormat kepada Untung. Suhardi ingat Untung menatapnya. Untung lalu mengucap, “Gus, kamu ada di sini….”

“Mengapa perhatian Soeharto terhadap Untung begitu besar?” Menurut Maulwi, tidak ada satu pun anggota Tjakra yang datang ke Kebumen. “Kami, dari Tjakra, tidak ada yang hadir,” kata Maulwi.

Dalam bukunya, Soebandrio melihat kedatangan seorang komandan dalam pesta pernikahan mantan anak buahnya adalah wajar. Namun, kehadiran Pangkostrad di desa terpencil yang saat itu transportasinya sulit adalah pertanyaan besar. “Jika tak benar-benar sangat penting, tidak mungkin Soeharto bersama istrinya menghadiri pernikahan Untung,” tulis Soebandrio. Hal itu diiyakan oleh Suhardi. “Pasti ada hubungan intim antara Soeharto dan Untung,” katanya.


Soeharto: Sikat saja, jangan ragu

Dari mana Letkol Untung percaya adanya Dewan Jenderal? Dalam bukunya, Soebandrio menyebut, di penjara, Untung pernah bercerita kepadanya bahwa ia pada 15 September 1965 mendatangi Soeharto untuk melaporkan adanya Dewan Jenderal yang bakal melakukan kup. Untung menyampaikan rencananya menangkap mereka.

Bila kita baca transkrip sidang pengadilan Untung di Mahkamah Militer Luar Biasa pada awal 1966, Untung menjelaskan bahwa ia percaya adanya Dewan Jenderal karena mendengar kabar beredarnya rekaman rapat Dewan Jenderal di gedung Akademi Hukum Militer Jakarta, yang membicarakan susunan kabinet versi Dewan Jenderal.

Maulwi melihat adalah hal aneh bila Untung begitu percaya adanya informasi kudeta terhadap presiden ini. Sebab, selama menjadi anggota pasukan Tjakrabirawa, Untung jarang masuk ring I atau ring II pengamanan presiden. Dalam catatan Maulwi, hanya dua kali Untung bertemu dengan Soekarno. Pertama kali saat melapor sebagai Komandan Kawal Kehormatan dan kedua saat Idul Fitri 1964. “Jadi, ya, sangat aneh kalau dia justru yang paling serius menanggapi isu Dewan Jenderal,” kata Maulwi.

Menurut Soebandrio, Soeharto memberikan dukungan kepada Untung untuk menangkap Dewan Jenderal dengan mengirim bantuan pasukan. Soeharto memberi perintah per telegram Nomor T.220/9 pada 15 September 1965 dan mengulanginya dengan radiogram Nomor T.239/9 pada 21 September 1965 kepada Yon 530 Brawijaya, Jawa Timur, dan Yon 454 Banteng Raiders Diponegoro, Jawa Tengah. Mereka diperintahkan datang ke Jakarta untuk defile Hari Angkatan Bersenjata pada 5 Oktober.

Pasukan itu bertahap tiba di Jakarta sejak 26 September 1965. Yang aneh, pasukan itu membawa peralatan siap tempur. “Memang mencurigakan, seluruh pasukan itu membawa peluru tajam,” kata Suhardi. Padahal, menurut Suhardi, ada aturan tegas di semua angkatan bila defile tidak menggunakan peluru tajam. “Itu ada petunjuk teknisnya,” ujarnya.

Pasukan dengan perlengkapan siaga I itu kemudian bergabung dengan Pasukan Kawal Kehormatan Tjakrabirawa pimpinan Untung. Mereka berkumpul di dekat Monumen Nasional.


Soeharto melewati pasukan yang hendak membunuh 7 jenderal

Dinihari, 1 Oktober 1965, seperti kita ketahui, pasukan Untung bergerak menculik tujuh jenderal Angkatan Darat. Malam itu Soeharto , menunggui anaknya, Tommy, yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Di rumah sakit itu Kolonel Latief, seperti pernah dikatakannya sendiri dalam sebuah wawancara berusaha menemui Soeharto.

Adapun Untung, menurut Maulwi, hingga tengah malam pada 30 September 1965 masih memimpin pengamanan acara Presiden Soekarno di Senayan. Maulwi masih bisa mengingat pertemuan mereka terakhir terjadi pada pukul 20.00. Waktu itu Maulwi menegur Untung karena ada satu pintu yang luput dari penjagaan pasukan Tjakra. Seusai acara, Maulwi mengaku tidak mengetahui aktivitas Untung selanjutnya.

Ketegangan hari-hari itu bisa dirasakan dari pengalaman Suhardi sendiri. Pada 29 September, Suhardi menjadi perwira piket di pintu gerbang Istana. Tiba-tiba ada anggota Tjakra anak buah Dul Arief, peleton di bawah Untung, yang bernama Djahurup hendak masuk Istana. Menurut Suhardi, tindakan Djahurup itu tidak diperbolehkan karena tugasnya adalah di ring luar sehingga tidak boleh masuk. “Saya tegur dia.”

Pada 1 Oktober pukul 07.00, Suhardi sudah tiba di depan Istana. “Saya heran, dari sekitar daerah Bank Indonesia, saat itu banyak tentara.” Ia langsung mengendarai jip menuju markas Batalion 1 Tjakrabirawa di Tanah Abang.

“Saya ingat yang jaga saat itu adalah Kopral Teguh dari Banteng Raiders,” kata Suhardi. Begitu masuk markas, ia melihat saat itu di Tanah Abang semua anggota kompi Banteng Raiders tidak ada.

Begitu tahu hari itu ada kudeta dan Untung menyiarkan susunan Dewan Revolusi, Suhardi langsung ingat wajah sahabat masa kecilnya dan sahabat yang sudah dianggap anak oleh ibunya sendiri tersebut. Teman yang bahkan saat sudah menjabat komandan Tjakrabirawa bila ke Solo selalu pulang menjumpai ibunya. “Saya tak heran kalau Untung terlibat karena saya tahu sejak tahun 1948 Untung dekat dengan PKI,” katanya.


Kepada Oditur Militer pada 1966, Untung mengaku hanya memerintahkan menangkap para jenderal guna dihadapkan pada Presiden Soekarno. “Semuanya terserah kepada Bapak Presiden, apa tindakan yang akan dijatuhkan kepada mereka,” jawab Untung.

Heru Atmodjo, Mantan Wakil Asisten Direktur Intelijen Angkatan Udara, yang namanya dimasukkan Untung dalam susunan Dewan Revolusi, mengakui Sjam Kamaruzzaman- lah yang paling berperan dalam gerakan tersebut. Keyakinan itu muncul ketika pada Jumat, 1 Oktober 1965, Heru secara tidak sengaja bertemu dengan para pimpinan Gerakan 30 September: Letkol Untung, Kolonel Latief, Mayor Sujono, Sjam Kamaruzzaman, dan Pono. Heru melihat justru Pono dan Sjam-lah yang paling banyak bicara dalam pertemuan itu, sementara Untung lebih banyak diam.

“Saya tidak melihat peran Untung dalam memimpin rangkaian gerakan atau operasi ini (G-30-S),” kata Heru saat ditemui Tempo.

Soeharto: Letkol Untung murid pimpinan PKI

Soeharto, kepada Retnowati Abdulgani Knapp, penulis biografi Soeharto: The Life and Legacy of Indonesia’s Second President, pernah mengatakan memang kenal dekat dengan Kolonel Latif maupun Untung. Tapi ia membantah isu bahwa persahabatannya dengan mereka ada kaitannya dengan rencana kudeta.

“Itu tak masuk akal,” kata Soeharto. ”Saya mengenal Untung sejak 1945 dan dia merupakan murid pimpinan PKI, Alimin. Saya yakin PKI berada di belakang gerakan Letkol Untung,” katanya kepada Retnowati.

Demikianlah Untung. Kudeta itu bisa dilumpuhkan. Tapi perwira penerima Bintang Sakti itu sampai menjelang ditembak pun masih percaya bakal diselamatkan.

Read More >>

Inilah Rahasia Para Dukun dan Paranormal Palsu!


TRAWANGAN
Banyak dukun yang bilang bahwa dia menguasai ilmu trawangan padahal omong kosong. ( Ilmu terawangan itu betul ada..tetapi hanya sedikit yang menguasai - red ).

Biasanya bila ada pasien yang datang ke tempat si dukun....pasien ini dalam keadaan pikiran TIDAK TENANG karena masalahnya. Maka apapun kata si dukun tentang hasil "terawangan"nya pasti akan di berikan anggukan oleh si pasien.

Biasanya si dukun akan menerawang pada bagian sifat atau sesuatu yang TIDAK TERLIHAT oleh pasien....sehingga si pasien TIDAK BISA mengecek kebenaran omongan si dukun apalagi didukung oleh pikiran dan hati yang sedang kacau yang dialami oleh pasien.

Rahasia :
Kalau anda mau mengecek dukun tersebut benar-benar menguasai terawangan atau bukan......cobalah suruh menerawang isi dompet anda, atau menerawang isi kamar anda, atau menerawang merk dan warna celana dalam anda.

Kalau si dukun itu mengatakan salah......berarti si dukun itu dukun kibul-kibulan.

Dukun yang menguasai ilmu terawangan beneran....."penglihatannya" tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. dan sangat amat jarang sekali.

Dari TELUR Keluar SILET, PAKU, DARAH dll.

Perut anda sakit melilit, atau punggung anda kaku dan terasa sakit. Kemudian anda pergi ke seorang dukun. Lalu dukun tersebut mengatakan bahwa anda kena santet. Kemudian si dukun mengambil telur yang masih "utuh". dengan komat kamit baca mantra ( entah ngawur atau tidak ) telur tersebut diurutkan atau diusapkan di bagian yang sakit.

Setelah selesai proses ritualnya.....si dukun lalu menyediakan baskom dan memecah telur tersebut di hadapan anda. Alangkah terkejutnya anda mengetahui bahwa dari telur tersebut keluar paku, jarum, silet dan darah segar.


Dan......penyakit anda "sembuh".

Kemudian anda sangat senang dan memberikan uang sesuai dengan tarifnya.
You got Punk'd!!

Rahasianya :

1. Cara membuat telur yang di dalamnya ada paku, jarum dll.

- Sediakan TELUR mentah, CUKA, SABUN transparan yang sewarna dengan kulit telur, jarum, suntikan,paku, duri dll.


- Rendam telur ke dalam cuka ( salah satu sisi....kalau bisa sebagian kecil saja yang kena cuka ) sekitar 1 jam. Setelah bagian telur yang direndam cukan sudah sangat lembek.....dari situlah masukan jarum, atau paku atau duri atau silet ditambah dengan darah ayam segar yang disuntikan lewat celah tersebut.
Harap hati-hati saat memasukan benda tersebut...jangan sampai cairan ( putihan dan kuningan telur ) di dalam banyak tumpah.

- Setelah barang yang dimasukan terasa cukup........olesilah bagian yang terkena cuka tadi dengan sabun yang sewarna.
Jadilah deh telur berisi paku dll

- Sekarang tinggal mencari cara bagaimana agar seolah-olah telur itu diambil fresh dan cara bersandiwara agar seolah-olah kamu memang sedang mengerahkan ilmu gaib-gaiban untuk menarik benda santet ke telur tersebut.
Semakin pintar bersandiwara dan berintertaintment.....semakin orang percaya akan "kemampuan" anda.

2. Kenapa pasien bisa "sembuh" ?

- Pasien datang dengan mengeluh sakit dan MENCARI kesembuhan ke dukun tersebut.

- Kemudian dukun "mengobati" dan Menarik santet ke telur. Si pasien MELIHAT LANGSUNG bahwa dari telur tersebut keluar paku dll.

- Karena percaya dan melihat langsung si pasien merasakan " Kesembuhan " dari dukun tersebut. Karena kesembuhan ini hanya dari sugestinya sendiri.....maka bila pikirannya sedikit kacau penyakitnya akan kambuh kembali dan PASTILAH si pasien akan selalu pergi ke dukun tersebut. Semakin sering datang.....semakin senang si dukun...karena uangnya.

PATAHKAN BESI DRAGON

Demontrasi ini sering kita lihat di perguruan-perguruan tenaga dalam ( TD ).
Ada juga perguruan yang dalam demontrasi bersikap jujur namun juga TIDAK SEDIKIT yang nakal untuk menarik banyak calon murid agar masuk ke perguruannya.

Bagi perguruan yang nakal, mereka menggunakan trik sbb :

1. Siapkan dua penyangga dari kayu yang kuat

2. Letakkan 1 buah besi dragon yang khusus dipesan di tempat pembuatannya (mutu rendah atau sedang), letakkan di atas penyangga tersebut.

3. Karena mutunya yang rendah atau sedang (penonton tidak tahu), anda dapat dengan mudah memukul bagian tengah besi dragon tersebut sambil santai, atau tampak serius, atau sesuka anda. Bisa anda kembangkan misalnya dengan memukul besi dragonnya menggunakan sabuk, koran dan lain-lain. Jika mutunya agak kuatan, pukulan tangan/sabuk/korannya harus agak kuat

4. Untuk memukul tumpukan besi dragon, rahasianya adalah antara masing-masing dragon pisahkan dengan sesuatu apa saja, asal jangan saling bertumpuk bersentuhan. Harus renggang. Jadi ketika yang atas dipukul, maka yang bawah terbantu patah oleh patahan yang atasnya, bukan semata-mata karena pukulan anda

5. Yang bisa dipatahkan adalah baja atau besi campur baja. Bukan yang murni besi. Karena besi murni hanya dapat bengkok jika dipukul.

KERIS BERGETAR....

Seringkali ada peragaan dari "dukun" yang menggunakan keris. Bila keris itu disentuhkan ke kita, kulit kita akan merasakan getaran keris tersebut bahkan ada yang rasanya seperti menyetrum.

Bagi yang belum tahu triknya.....pasti akan terpesona dan yakin bila keris tersebut keris yang ampuh.

Rahasianya :

Bila ada dukun yang memamerkan kerisnya bisa bergetar bila disentuhkan ke tubuh kita atau orang lain.......coba cermati sbb :

- Pinjamlah keris tersebut.

- Lepaskan ukiran / deder ( handle ) keris tersebut, kemudian handle kamu pegang dan kerisnya kamu kembalikan ke si dukun.

- Suruhlan si dukun untuk memperagakan kembali ( keris bergetar ).

- Kalau si dukun nggak bisa.....periksalah baik-baik apa yang ada di dalam lubang di handle keris tersebut, dan pasti anda akan tertawa sebab di dalam handle keris tersebut

ada baterai-nya ...

OPERASI "GAIB" TANPA DIBIUS

Seringkali kita mendengar atau melihat "operasi gaib" yang dilakukan oleh seorang "dukun" atau "paranormal". Kita akan dibuat terheran-heran dan terhenyak melihat "proses" dan hasilnya.

Kenapa bisa begitu ?

Bagi paranormal nakal, inilah triknya :

* Sediakan kapas, obat PK (berwarna merah untuk obat gatal-gatal) dan benang jahit berwarna merah tua serta segelas air putih

* Masukkan obat PK ke dalam kapas (jangan sampai kelihatan) dan diikat dengan ujung benang

* Ujung benang lainnya diikatkan ke bagian yang sakit dari tubuh pasien misalnya di tangan.

* Masukkan kapas yang berisi obat PK tersebut ke air dalam gelas

* Maka seolah darah keluar dari tubuh si sakit melalui benang dan menuju ke gelas. Air dalam gelas berwarna merah seperti darah sungguhan.
Apalagi jika saat operasi ini berlangsung mata pasien disuruh untuk ditutup, nah saat itu di air dalam gelas tersebut ditambahi daging atau usus kelinci atau apa saja seolah operasi benar-benar terjadi.

* Pasien boleh dibuka matanya untuk melihat gelas tersebut.

MENGHIPNOTIS ORANG

Ini trik nakalnya :

* Siapkan obat bius dan oleskan ke tapak tangan anda

* Saat mau menghipnotis orang gerakkan tapak tangan anda tersebut di muka orang yang mau dihipnotis.
Berbuatlah seperti mau menghipnotis orang

* Karena pengaruh obat bius tersebut maka orang tersebut akan tertidur.

* Untuk membangunkannya anda harus tahu kapan obat bius itu akan hilang pengaruhnya. Dan berrbuatlah seolah anda membangunkannya.

Jangan abis baca tulisan ini lo malah coba2 ke orang lain..

Catatan :

Ilmu hipnotis yang benar-benar ilmu masih banyak orang yang memilikinya.
Dan ilmu hipnotis ini BUKAN ilmu klenik.


Asalkan rajin berlatih....tanpa puasa, tanpa jin, tanpa mantra....kita bisa menguasai ilmu hipnotis. yang penting Konsentrasi (seriously)


KEBAL DIIRIS SILET


Ilmu ini terkadang bisa kita lihat atau saksikan pada peragaan test ilmu kebal.
Nah di balik test ilmu kebal tersebut, banyak kita temukan demo yang memang benar-benar kebal alias tanpa trik, tetapi di lain pihak juga sangat banyak demo yang bohong-bohongan alias pakai trik.

Nah bagi yang bohong-bohongan yang sering dipakai dukun nakal, inilah triknya :

1. Ambil silet dan tumpulkan salah satu sisinya dengan mengores-goreskan ke kaca, gelas atau batu.

2. Tandai bagian yang tumpul ini dan bedakan dengan yang tajamnya.

3. Katakan kepada penonton siapa yang mau coba silet ini. Ini silet tajam. Putuskanlah rambut penonton dengan bagian tajam silet.

4. Lalu anda putuskan rambut anda dengan bagian silet yang tumpul. Maka rambut anda tidak akan terputus.

5. Kecepatan tangan memang dibutuhkan dalam membolakbalikkan bagian silet dari bagian tajam ke tumpul dan sebaliknya.

6. Coba juga dengan kulit anda. Irislah kulit anda dengan bagian yang tumpul. Ini sangat mengagumkan para penonton.

Selamat mencoba..tetapi hati-hati jangan sampai lupa bagian mana yang tumpul dan bagian mana yang tajam.

Read More >>

Ternyata Kehidupan Pengemis tidak Sejelek Pekerjaannya, Gan!!!

 
Zona Malam - Silahkan simak laporan wartawan dari detik.com ini ternyata pengemis di kampung halamanya bisa mendapathasil yang lumayan besar, bahkan sebagian ada yang menjadikan ini sebagai bisnis utama, penghasilan mereka rata2 bisa di bilang lumayan.

"Seorang pengemis yang ngontrak di saya bilang, paling apes mereka dalam sehari dapatnya Rp 200 ribu per hari. Tapi umumnya mereka dapat uang sekitar 500 ribu-Rp 600 ribu per hari," ujar Hanson.

Omongan Hanson bukan isapan jempol belaka. Sebab beberapa waktu lalu seorang nenek-nenek buta yang menghuni kontrakan miliknya mengaku kehilangan celengan. Nenek itu bilang uang yang ada di dalam celengan jumlahnya Rp 900 ribu hasil mengemis selama 4 hari sebelumnya.

"Bayangin aja dalam 4 hari saja nenek itu bisa menabung Rp 900 ribu. Kalau sebulan bisa dapat berapa duit itu nenek," kata pria asal Medan itu.

bisa dianggab mereka termasuk orang yang "mampu " berarti perlu di revisi lagi tentang kriteria orang miskin itu… hehehehehheeh silahkan disimak beritanya

Jakarta – Gang-gang sempit dengan rumah yang saling berhimpitan menjadi pandangan khas di Kebon Singkong, Kelurahan Klender, Jakarta Timur. Inilah kampung pengemis.

Ada sekitar 3 RW di kawasan ini. Warga yang tinggal di Kebon Singkong kebanyakan pendatang. Mayoritas mereka berasal dari Indramayu, Jawan Barat.

Dulunya kawasan padat penduduk ini hanyalah hamparan kebun singkong. Namun sejak tahun 1980-an perlahan-lahan rumah semi permanen dibangun menggantikan tanaman singkong. "Sampai sekarang meski perkebunan singkong sudah tidak ada, kampung ini tetap disebut Kebon Singkong," kata Yayan, tokoh pemuda di Jakarta Timur.

Seiring perkembangan, daerah Kebon Singkong menjadi kawasan padat dan ramai. Bahkan kawasan ini belakangan dilabeli "danger" sebab banyak residivis yang bersembunyi dan tinggal di kawasan ini.

Selain dikenal sebagai daerah yang rawan kriminalitas, daerah ini juga disebut-sebut sebagai kampung jablay. Dulu banyak perempuan penghibur yang sering mangkal di lokalisasi Prumpung, Jatinegara, mengontrak di daerah ini. Namun seiring meredupnya lokalisasi Prumpung, para pekerja seks komersial (PSK) yang tinggal di daerah tersebut perlahan berkurang. Sekarang di Kebon Singkong banyak dihuni para pengemis. Mereka adalah warga Indramayu.

"Setiap bulan puasa ratusan orang dengan menumpang truk datang ke sini mengontrak rumah," ujar Berra Hanson, warga Kebon Singkong, kepada detik+. Hanson yang memiliki 20 petak kontrakan mengaku kecipratan untung setiap bulan puasa. Sebab seluruh kontrakannya penuh terisi. Padahal bulan biasa paling hanya terisi separuhnya. Para pengontrak itu adalah pengemis yang rutin beroperasi di wilayah Menteng dan Jatinegara.

Tarif kontrakan milik Hanson bervariasi. Untuk petakan yang ada di bawah yang ukurannya 3×6 meter dipatok Rp 350 ribu-Rp 500 ribu per bulan. Untuk petakan yang di atas yang ukuranya lebih kecil harga sewa yang dikenakan Rp 150 ribu- Rp 250 ribu. Harga-harga itu sudah termasuk biaya listrik.

"Biar pengemis mereka bayar kontrakan selalu tepat waktu. Dan mereka membayar dengan uang pecahan seribuan hasil mengemis. Sudah diiketin duitnya sama mereka," celetuk Hanson sambil tersenyum.

Di Kebon Singkong, terdapat ratusan kontrakan yang dihuni para pengemis. Kalau bulan puasa tiba, jumlahnya makin banyak lagi. Sekitar 200-300 orang menyusul datang.

Para pengontrak tinggal dengan peralatan seadanya. Paling hanya tikar dan kasur lipat. Tidak ada perabot-perabot yang mewah. Padahal pendapatan mereka rata-rata per hari bisa dibilang lumayan. Mereka bisa mendapatkan uang paling kecil Rp 200 ribu per hari.


"Seorang pengemis yang ngontrak di saya bilang, paling apes mereka dalam sehari dapatnya Rp 200 ribu per hari. Tapi umumnya mereka dapat uang sekitar 500 ribu-Rp 600 ribu per hari," ujar Hanson.

Omongan Hanson bukan isapan jempol belaka. Sebab beberapa waktu lalu seorang nenek-nenek buta yang menghuni kontrakan miliknya mengaku kehilangan celengan. Nenek itu bilang uang yang ada di dalam celengan jumlahnya Rp 900 ribu hasil mengemis selama 4 hari sebelumnya.

"Bayangin aja dalam 4 hari saja nenek itu bisa menabung Rp 900 ribu. Kalau sebulan bisa dapat berapa duit itu nenek," kata pria asal Medan itu.

Sekalipun dapat duit banyak dari mengemis, namun kehidupan mereka di kontrakan seperti orang tidak punya. Sebab uang hasil mengemis biasanya secara rutin dikirim ke kampung untuk beli sawah dan membangun rumah.

Hanson mengaku pernah melihat rumah-rumah mereka saat menghadiri kondangan warga setempat yang menggelar acara khitanan anaknya di daerah Haur Geulis, Indramayu. Saat datang ikut hajatan di sana ia ditunjuki rumah para pengemis yang ngontrak di Kebon Singkong.

Alangkah terkejutnya Hanson karena ternyata rumah mereka di kampung besar dan rapi. Bahkan saat dia bertamu melihat perabotannya sangat wah. "Kamar mandi saja ada bathtubnya. Malah ada yang punya kolam renang segala," kata Hanson takjub.

Dari situlah Hanson dan sejumlah warga di Kebon Singkong maklum mengapa dari waktu ke waktu, warga dari Indramayu banyak berdatangan. Mereka ingin mengikuti jejak saudara atau tetangganya yang bisa hidup wah di kampung hanya dengan mengemis.

Nuki Senan, juga warga setempat, menjelaskan para pengemis yang tinggal di Kebon Singkong kebanyakan orang-orang tua, cacat dan anak-anak. Sementara bapak-bapak atau ibu-ibunya bertugas mengawasi dan mengantar jemput para pengemis. Mengapa demikian? Sebab bila yang mengemis adalah orang buta atau anak-anak biasanya mendapat uang banyak. Kalau orang dewasa apalagi dalam kondisi normal dapatnya sedikit. "Dapat Rp 30 ribu per hari saja sudah syukur," ujar Nuki.

Jangan heran jika orang-orang dewasa berasal dari desa tempat tinggal pengemis lebih menggantungkan ekonomi kepada anak-anaknya. Mereka disuruh mengemis. Hanya orang dewasa yang cacat yang justru mencari uang sendiri karena kondisi itu akan menerbitkan empati.

Demi mendapat empati, maka banyak orang buta di Kebon Singkong tidak mau diobati. Mobil-mobil pelayanan penyakit katarak yang sempat datang ke daerah itu selalu sepi peminat. "Mereka (orang buta) tidak mau diobati. Sebab kebutaan mereka anggap sebagai aset untuk mengemis. Begitu juga yang cacat," ujar Nuki.

Begitu berharganya orang buta di kalangan pengemis sampai-sampai antar sesama pengemis sering berselisih. Mereka berupaya mendapatkan mobil, ini merupakan istilah untuk orang buta yang mengemis. Terkadang terjadi persaingan harga sewa bagi pengemis buta ini.

"Di sini pengemis buta banyak yang beristri lebih dari satu orang. Mereka (orang buta) jadi rebutan karena dianggap sebagai aset untuk dapat uang," terangnya. Sekalipun wilayahnya banyak dihuni para pengemis, namun warga setempat yang bukan pengemis tidak merasa terganggu bila dicap sebagai kampung pengemis. Pasalnya, warga bisa ikut meraup berkah dari para pengemis itu. Paling tidak, kata Nuki, warung atau rumah petakan jadi laku.

Hubungan simbiosis mutualisme antara pengemis dan warga membuat hubungan bertetangga di Kebon Singkong berjalan harmonis. "Mereka tidak banyak berulah karena mereka kebanyakan menghabiskan waktunya di luar. Datang ke kontrakan hanya untuk istirahat saja," pungkasnya.

Semoga bermanfaat ....
http://videounik-lucu.blogspot.com/2011/09/ternyata-kehidupan-pengemis-tidak.html
Read More >>

Inilah Jadinya Ketika Foto Berkolaborasi dengan Sketsa

Ini adalah suatu karya seni yang sangat tinggi dimana kertas yang bergambarkan mengunakan pensil tulis di gabungkan dengan foto.










































sumber :http://fenz-capri.blogspot.com/2011/09/inilah-jadinya-ketika-foto.html
Read More >>

Wow... Orang Malaysia Tertarik Bahasa Madura


Tidak tampak kebanggaan berlebihan pada diri Ayu Kusuma atas keberhasilannya mempengaruhi perilaku orang lain di luar negeri. Ceritanya terkesan datar meskipun sebetulnya ia tak bisa menutupi kebanggaannya itu.

Ayu bersama lima teman lainnya, siswa kelas III SMKN 2 Bondowoso, telah berhasil memperkenalkan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yakni bahasa dan logat Madura.

Ayu Kusuma dan Giovani VD adalah dua dari enam siswa jurusan tata boga sekolah rintisan bertaraf internasional itu yang baru selesai mengikuti program magang selama enam bulan di sebuah restoran di kawasan Pahang, Malaysia.

"Kalau siswa lainnya pulang dari magang, logatnya sudah seperti orang Malaysia. Tapi Ayu dan kawan-kawan, kok, tetap dengan logat Madura, ternyata anak-anak ini justru yang mempengaruhi mereka," kata Dyah Rembulan Sari, pembina OSIS SMKN 2 Bondowoso, tertawa saat memperkenalkan kedua siswanya itu.

Ayu, siswa berjilbab ini mengemukakan bahwa teman-teman barunya yang merupakan karyawan di restoran itu justru tertarik Bahasa Madura yang merupakan bahasa sehari-hari dari anak-anak magang itu.

"Mereka umumnya sangat tertarik ketika kami bilang 'bah' yang di televisi biasanya diplesetkan menjadi 'bo abbo'," katanya tersenyum.

Kata "bah" atau "bah abbah" yang dibaca menjadi "beh" atau "beh ebbeh", kalau diartikan secara bebas kira-kira sama dengan "lho" untuk menunjukkan keheranan.

Kata itu misalnya dapat dipakai pada kalimat, "lho (bah), kok begitu".

Kata-kata lain yang cukup pendek dan saat ini masih sering dipakai warga Malaysia di restoran itu adalah, "apah ca'en?" yang berarti "apa, katanya?" atau lebih tepat diartikan "apa sih?".

"Kata-kata itu sudah biasa digunakan oleh karyawan di restoran. Ada lagi kata `arapah ba`en`? yang artinya kenapa kamu?," kata Ayu yang diiyakan oleh Giovani.

Menurut Giovani, awalnya orang Malaysia tersebut bertanya-tanya bahasa apa yang digunakan oleh para siswa tersebut. Mendengar logat Madura yang khas, warga negeri jiran tersebut tertarik untuk belajar dan menggunakannya.

"Sampai sekarang, kami masih sering berkomunikasi dengan teman-teman Malaysia itu, baik lewat facebook maupun SMS, dan tidak lupa juga menyelipkan bahasa Madura. Misalnya `da`rammah kabarah?`, atau bagaimana kabarnya?" kata Ayu.
Logat asli
Sementara Wakil Kepala bidang Humas SMKN 2 Bondowoso Sri Wahyuningsih mengatakan, dirinya seringkali mengingatkan anak-anak didiknya yang baru pulang magang dari Malaysia karena gemar berlogat Melayu.

"Saya bilang, kalian ini sudah di Indonesia tetapi Ayu dan kawan-kawan ini saya perhatikan tetap dengan logat aslinya," katanya.

Selain dalam hal bahasa, Ayu, Giovani dan siswa lainnya yang lahir dan besar dalam budaya "pendalungan" atau campuran Madura dengan Jawa ini juga berhasil menularkan cara atau pola makan.

Teman-temannya yang orang Malaysia awalnya juga menganggap aneh dengan cara makan anak-anak Bondowoso itu.

Orang Malaysia menganggap aneh karena nasi dimakan bersama dengan mi sebagai lauk.

"Mungkin karena bahan dasarnya sama-sama beras, mereka menganggap aneh. Tapi setelah mereka mencoba makan nasi dengan mi, akhirnya ketagihan juga. Mereka bilang, enak juga," katanya.

Ayu dan Giovani sepakat bahwa magang ke negeri orang sangat banyak manfaatnya, baik sebagai pribadi maupun untuk pengembangan keterampilannya di bidang memasak.

"Yang jelas, kami belajar mandiri, karena semua ditangani sendiri, padahal selama ini kami kan berkumpul dengan orang tua. Kalau soal masakan, orang Malaysia suka bumbu pedas campur masam, sedangkan orang Jawa kan pedas sama manis," kata Ayu.

Menurut dia, di Malaysia tidak ditemukan cobek dan ulekan untuk menghaluskan bumbu. Mereka sudah biasa menggunakan alat blender.

"Mungkin kita bisa ekspor cobek dan ulekan ke Malaysia ya? Tapi jangan sampai cara membuatnya dikasih tahu ke orang Malaysia," kata Dyah Rembulan Sari, menimpali sambil tertawa.

Sementara Kepala SMKN 2 Bondowoso Lanang Lanang Suprihadi mengatakan bahwa sekolahnya telah menjalin kerja sama dengan restoran dan hotel di Malaysia untuk kepentingan para siswa magang sejak 2007.

Ia menjelaskan bahwa magang tersebut sangat membantu para siswa mengembangkan pengetahuan dan wawasannya sesuai jurusan masing-masing.

"Kebetulan yang rutin magang ke luar negeri jurusan tata boga. Anak-anak magang di restoran dan hotel di wilayah Genting Island dan sebagian lagi di Kuala Lumpur," katanya.

Menurut dia, sebagai sekolah dengan rintisan bertaraf internasional, SMKN 2 Bondowoso memang berupaya menjalin mitra agar siswanya memiliki pengalaman berinteraski serta belajar ke negara lain.

Selain menguntungkan para siswa karena memiliki pengalaman di negara lain, program ini juga dinilai positif oleh mitranya di Malaysia sehingga setiap tahun mereka selalu meminta dikirimi siswa magang.

Sri Wahyuningsih menambahkan bahwa dengan memiliki pengalaman magang di luar negeri maka diharapkan peluang kerja bagi mereka semakin terbuka luas setelah lulus dari sekolah.

Ia mengakui bahwa untuk jurusan akomodasi dan perhotelan dan tata boga di sekolah yang dulu bernama SMKK tersebut kini semakin banyak peminatnya.

"Masyarakat semakin tahu bahwa prospek kedua jurusan di sekolah ini sangat bagus. Bahkan untuk jurusan akomodasi perhotelan, dari semester awal anak-anak sudah biasa diminta praktik oleh manajemen hotel di Jember dan Bondowoso," ujarnya. 

sumber : http://goo.gl/nbKp0
Read More >>

Aneh GAN, Polisi Gerebek Istrinya yang sedang Selingkuh dengan Perawat

Perilaku tak terpuji dilakukan oknum bidan, Hen, dan perawat, Her di Puskesmas Serimbuk, Kecamatan Air Besar, Landak, Kalimantan Barat. Keduanya digrebek anggota kepolisian saat berselingkuh.

Suami Hen yang merupakan anggota Polri di Polsek Air Besar, melaporkan tindakan istrinya tersebut.

Kapolres Landak, AKBP Firman Nainggolan, melalui Kasat Reskrim, AKP Andi Oddang, menjelaskan suami Hen yang seorang polisi telah mencurigai istrinya selingkuh sejak empat bulan.

Hen sendiri masih bertatus bidan CPNS. Ia tak berkutik saat polisi menggrebek rumah dinas puskesmas, tempat berdomisili sang selingkuhan Her, Selasa (27/9/2011)

"Dia (Hen) belum mau memberi keterangan. Belum mau bicara dengan penyidik," ujar AKP Andi Oddang, Kamis (29/9/2011).

Entah karena rasa malu, aksi bungkam dilakukan oleh Hen, sejak ia diamankan ke Mapolres Landak, bersama selingkuhannya Her.

"Anggota menggerebek sekitar jam 9 malam, hari selasa, dia (Hen) sempat mau kabur lewat pintu belakang," tutur Oddang.

"Sekarang masih proses sidik, kita akan mengirim surat keinstansi terkait, dinas kesehatan, karena terkait pegawainya," tutur Kasat Reskrim. 

Read More >>