Jumat, 30 September 2011

Serba Serbi Kata Jancok, Jancuk atau Dancok


Jancok, jancuk atau dancok adalah sebuah kata khas Surabaya yang telah banyak tersebar hingga meluas ke daerah kulonan (Jawa Timur sebelah barat, Jawa Tengah, dll). Warga Jawa Timur seperti Surabaya, Malang dll turut andil dalam penyebaran kata ini.

Jancok berasal dari kata ‘encuk’ yang memiliki padanan kata bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase ‘di-encuk’ menjadi ‘diancok’ lalu ‘dancok’ hingga akhirnya menjadi kata ‘jancok’.
Ada banyak varian kata jancok, semisal jancuk, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, mbokne ancuk (=motherfucker), jangkrik, jambu, jancik, hancurit, hancik, hancuk, hancok, dll. Kata jangkrik, jambu adalah salah satu contoh bentuk kata yang lebih halus dari kata jancok.

Makna asli kata tersebut sesuai dengan asal katanya yakni ‘encuk’ lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya, kata tersebut dipakai untuk menjadi kata umpatan pada saat emosi meledak, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang.
Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo.

Kata-kata ini bila digunakan dalam situasi penuh keakraban, akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang. Misalnya, “Yoopo kabarmu, cuk”, “Jancok sik urip ae koen, cuk?”. Serta orang yang diajak bicara tersebut seharusnya tidak marah, karena percakapan tersebut diselingi dengan canda tawa penuh keakraban dan berjabat tangan dong… Hehehehe….
Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan keheranan atau komentar terhadap satu hal. Misalnya “Jancok! Ayune arek wedok iku, cuk!”, “Jancuk ayune, rek!”, “Jancuk eleke, rek”, dll. Kalimat tersebut cocok dipakai bila melihat sesosok wanita cantik yang tiba-tiba melintas dihadapan. Hehe…

Akhiran ‘cok’ atau ‘cuk’ bisa menjadi kata seru dan kata sambung bila penuturnya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. “Wis mangan tah cuk. Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan yo cuk. Luwe cuk.”. Atau “Jancuk, maine Arsenal mambengi uelek cuk. Pemaine kartu merah siji cuk.”


Aku pertama diajarin temen-temenku, katanya gini, “jancuk itu permisi”. Jadi ntar kalo ada orang tua lewat, ntar kamu permisi, “jancuk mas, jancuk mas” gitu katanya…
“bahasa kotor lho itu”
“jorok, nggak baik, nggak asik aja didenger”
“jancuk? nggak ngerti deh apaan. cuman keknya orang kalo lagi marah-marah ngomongnya “jancok!”.”
“jancok itu fuck you”
“shit, bedebah, kayak gitu-gitu, kata kotor!”
“pokoke kalo mangkel ngomong itu sudah”
“hari ini, sampe setua ini saya belum pernah dipisuhi dengan kata-kata seperti itu”
“kalau kaya gitu ya agak risih juga sih, tapi lama-lama juga terbiasa”
“biasa aja, lama-lama niruin juga soalnya”
“ya lihat-lihat situasi sih. kadang marah, kadang bercanda thok”
“pertamanya nggak papa, karena ga tau”
“kadang seneng, kadang juga mangkel”
“jancuk? ya lihat ekspresi wajahnya. kalau jancuknya sambil ketawa, ya saya cuek saja. kalau jancuknya sambil marah-marah, ya saya tinggalin saja maksudnya gitu, gak usah direken ya mas ya.”
“jangan anggap nilai cinta itu omong kosong” ”
“jancok iku jan cocok ngono loh nek ambek kancane dewe”
“penting gak sih ngomong kek gitu?! ”
“jancuk itu jadi anak cukup keren”
“kata jorok yang sebenernya gak boleh diucapkan”
“tapi saat kata itu digunakan dalam suatu kelompok untuk menambah keakraban, misalnya “Hey cuk!” it’s no problem”
“kadang nek suwe gak ketemu “koen iku nangdi ae rek? jancok!”.”
“merupakan salam ciri khasnya Jawa Timur iku”
” dikasih W depannya tuh pake J biar mantep … juwancukkkk!! itu baru mantep”

Jancok Sebagai Identitas Arek Suroboyo
Surabaya adalah kelompok sosial yang bersifat heterogen. Keberagaman ras, etnis, maupun perbedaan pekerjaan menjadikan di kota ini berkembang sebagai metropolitan. Modernitas ini memupuk keberagaman secara kolektif dan kontinyu sehingga memiliki ciri khas (Dr. Achmad Habib,MA:2004).

Kesamaan dalam bentuk perilaku sehari-hari, konsep pemikiran, perspektif terhadap kehidupan, menjadikan masyarakat surabaya muncul loyalitas dan kebanggaan tersendiri. Banyak istilah yang mencerminkan kebanggaan arek surabaya seperti Bonek ataupun umpatan seperti jancok yang dibahas dalam artikel ini.

Jancuk dalam media komunikasi sebagai kosakata, atau lebih tepat jika dikatakan sebagai kata sapaan. Terlepas dari persoalan maknanya, jancuk dapat dipandang sebagai produk budaya dalam bentuk tradisi lisan. Dalam perkembangannya dapat berimplikasi, baik secara langsung, maupun tidak langsung terhadap masyarakat (Teeuw, 1984:65).

“He jancok, yo ‘opo kabare?, sik urip tak awakmu? itulah potongan kalimat sapaan yang juga terdengar di tempat lain misalnya di Jakarta ketika bertemu dengan teman-teman asal surabaya yang kemudian tentunya dilanjutkan dengan bahasa Suroboyoan, menurut budayawan Sabrod D. Marioboro. Sapaan seperti itu lanjutnya tidak akan dianggap sebagai sebuah kata yang kotor melainkan sebuah sapaan keakraban yang memang sangat dipahami dan dekat dengan karakteristik warga Surabaya.

Jancok sebagai pisuhan/umpatan berperan sebagai sarana pemerkuat solidaritas antar masyarakat Surabaya. Jancuk juga merupakan simbol yang mengacu pada karakteristik watak Arek Surabaya yang keras, penuh perlawanan, spontanitas dan egaliter. Namun pada kenyataanya asumsi negatif tetap ‘dibebankan’ pada jancuk yang mempengaruhi perkembangan moralitas arek Surabaya. Persoalan ini lebih bisa dipahami jika diketahui terlebih dahulu, pisuhan, terutama jancuk sendiri jika dipandang dari aspek historis.

Jancok Dalam Sudut Pandang Historis
Jancok dalam kepastian sejarah masih simpang siur. Namun banyak pemerhati sejarah yang menyepakati bahwa pisuhan ini mulai gaul pada jaman post kolonial. menurut Edi Samson, tim 11 Cagar Budaya Surabaya, jancuk berasal dari bahasa Belanda, yakni yantye ook, yang berarti ‘kamu juga’. Kendati demikian, tidak ada sumber tertulis yang membenarkan bahwa pernyataan Edi Samson tersebut adalah sebagai asal-usul dari jancuk sendiri
Kata tersebut seringkali diucapkan dan menjadi kata gaul oleh anak-anak Indo-Belanda sekitar tahun 1930an. Pergeseran pengucapan menjadi jancok itu dilakukan oleh arek surabaya. Hal ini terjadi karena di surabaya terdapat perbedaan kelas yang sangat menonjol antara anak-anak Indo-Belanda dengan anak-anak pribumi. Kata-kata yang sering diucapkan oleh anak-anak Indo-Belanda, salah satunya adalah yantye ook tersebut sering kali dipelesetkan sebagai bahan olokan oleh anak-anak pribumi.

Kata yantye ook sendiri oleh anak-anak pribumi dipelesetkan menjadi yanty-ok, yang secara lisan terdengar [yantcook]. Dalam perkembangannya menjadi kata tersebut menjadi jancuk dan disini mulai muncul pengistilahan yang berbeda-beda dari kata tersebut. Jancok sering dikaitkan dengan dengan seksualitas seperti “jaluk diencok” yaitu minta disetubuhi.

Namun Arek Pelemahan menganggap jancuk sejatinya berasal dari wilayah mereka. jika dilihat dari aspek oral history, anggapan tersebut dapat diterima, mengingat Pelemahan merupakan salah satu kampung tertua di Surabaya. Warga Pelemahan menganggap bahwa jancuk secara etimologi merupakan akronim dari Marijan dan Ngencok. Secara historis mereka menganggap bahwa Marijan, sebagai warga Pelemahan yang gemar berhubungan seksual secara bebas tanpa ikatan pernikahan—dalam bahasa Surabaya disebut ngencok.

Asumsi lain yang mendasarkan jancuk secara etimologis adalah anggapan bahwa jancuk merupakan akronim dari jaran (terj. kuda) dan ngencok. Asumsi inilah yang lebih banyak disepakati oleh masyarakat Surabaya, artinya secara mayoritas, kebanyakan, masyarakat Surabaya menganggap demikian.

Dalam perkembangan yang begitu cepat, kata jancok menjadi populer. jancok menjadi simbol aksen/pengucapan dalam setiap aktifitas Arek Surabaya. Dalam perang kemerdekaan, kata jancok menjadi kata pengobar semanga pejuang selain kata allahu akbar. Coba perhatikan film perjuangan, Surabaya 10 November 1945, jancok dijadikan sebuah ungkapan untuk menumpahkan rasa kesal, kecewa ataupun motifator.

Aroma Seksualitas Dalam Moralitas Bertutur
Dari berbagai asumsi tersebut, dapat ditarik beberapa kesamaan yang dapat memunculkan sebuah identifikasi terhadap jancuk sendiri. Pertama, jancuk merupakan ungkapan atau kata sapaan yang bersifat olok-olok, artinya jancuk digunakan sebagai bahasa untuk mengejek, mengolok-olok. Kedua, munculnya ‘aroma’ seksualitas yang kental dalam jancuk.
Jancuk yang kental unsur seksualitasnya seperti akronim dari jaran dan ngencok. Dapat diuraikan disini bahwa munculnya kata jaran merupakan simbol laki-laki, simbol keperkasaan. Disamping itu, kuda merupakan simbol sikap liar dan tidak terkendali. Menurut estimologi dari asumsi jaran dan ngencok tersebut, dapat ditarik sebuah pengertian eksplisit jaran (kuda) yang sedang bersetubuh. Akan tetapi, menurut Srihono, redaktur majalah Penyebar Semangat, mengatakan bahwa jancuk itu berarti menuk’e jaran sing diencokno, atau bisa diartikan sebagai proses mengawinkan kuda.

Berdasarkan keterangan diatas, dapat ditarik sebuah pemaknaan tentang ‘kuda yang dikimpoikan (oleh manusia)’. Hal ini terjadi karena memang secara alamiah, kuda tidak dapat melakukan persetebuhan dengan betinanya dikarenakan kelamin kuda yang terlalu besar. Sifat kuda yang seperti inilah yang kemudian dapat dikorelasikan dengan karakteristik Arek Surabaya. Tak dapat dipungkiri pada tahun 1930an-1940an, arek surabaya dikenal sebagai masyarakat yang berwatak keras, dan egaliter—sifat ini yang diturunkan dan menjadi karateristik masyarakat Surabaya hingga kini.

Jancuk digunakan masyarakat Surabaya dalam proses interaksi sosial mereka. Arek Surabaya menggunakan jancuk ini sebagai pelengkap berbahasa sehari-hari. Pada awalnya, tidak ada yang memaknai jancuk ini sebagai kata yang berkonotasi negatif, sebab seperti yang diungkapkan diatas, bahwa pada hakikatnya jancuk hanyalah merupakan ungkapan yang menandakan suasana keakraban internal kelompok masyarakat Suarabaya sendiri.

Pada dasarnya jancuk merupakan penanda masyarakat Surabaya yang berwatak keras, bahkan terkesan ‘kasar’. Pernyataan tersebut tidaklah salah, sebab memang secara harfiah, jancuk merupakan akronim dari kosakata yang ‘ditabukan’, namun disisi lain masyarakat Surabaya dikenal sebagai masyarakat yang dalam proses interaksi sosial menganut sistem masyarakat yang bersifat egaliter. Sistem masyarakat yang bersifat egaliter adalah sebuah perilaku sosial dalam sebuah proses interaksi sosial yang tidak membeda-bedakan manusia, terutama dalam ruang lingkup kelompok sosialnya sendiri, dalam hal status dan derajat sosialnya (Kellner, 2003: 215)

Hal tersebut sepertinya menguatkan kepercayaan bahwa kata jancok sudah merupakan identitas arek Suroboyo, sekaligus kata salam atau sapaan yang menjadi suatu ungkapan yang mengandung arti kedekatan emosi sesuai dengan karakter arek Soroboyo. Namun demikian baik Sabrod. D Marioboro maupun Edi T. Samson mengatakan dalam penggunaannya harus tetap memperhatikan esensi, situasi, tempat dan kepada siapa kata itu diungkapkan dan ditujukan. Jangan sampai hanya kerena ‘jancok’ terjadi pertumpahan darah yang menumbangkan persatuan yang selama ini dibina.

Apa makna “Jancok” menurut anda? Apakah anda kerap kali mengucapkan kata Jancuk, Jancok, Cok atau Cuk?

Read More >>

5 Tips Pacaran Anti Putus, ( Kalau Putus Kami Ganti ! )


Pacaran yang sehat, tentu menjadi idaman banyak pasangan. Hubungan pacaran yang seru, asik, dan langgeng, akan sangat menentukan bagaimana hubungan mereka nanti, saat mereka sudah SAH menjadi seorang pasangan yang sebenarnya.

Tujuan dari pacaran, yaitu untuk MEMILIH dan Mengetes, apakah pasangan yang kita pilih ini, adalah pasangan yang cocok, untuk hubungan jangka panjang ( sampai pernikahan ), walaupun bagi kebanyakan anak muda ( apalagi yang ABG ), pacaran terlihat hanya sebagai sebuah sarana untuk menumpahkan rasa keingintahuannya tentang dunia cinta dan romansa, tanpa memikirkan jauh kedepan.

Banyak sebenarnya yang dapat kita lihat di sekitar kita, bagaimana sulitnya menyatukan 2 hati dan pemikiran yang berbeda, dalam satu hubungan PACARAN. Ada hubungan yang berumur bisa sampai 2 atau bahkan 5 tahun, atau bahkan hanya berumur beberapa minggu. Apakah penyebabnya ?

BErikut saya SHARE Tips, bagaimana membina pacaran yang SEHAT, dan terhindar dari kata PUTUS dikemudian hari :

1. JANGAN TERLALU BAIK
See, dari kebanyakan cowo saat PDKT atau pacaran, saya melihat seakan mereka berusaha menjadi yang TERBAIK bagi si cewe. Entah itu jadi supir, membelikan ini itu, siap sedia saat diminta, dll. Well, nda ada salahnya memang dengan berbuat baik gan, namun perlu dicermati, agan boleh saja baik kepadanya, namun JANGAN TERLALU BAIK.

Menjadi terlalu baik pada saat PDKT atau pacaran, akan menjadi bumerang yang sangat mematikan. Mengapa ?

Karena seseorang yang terlalu baik, justru menimbulkan rasa sungkan di pihak cewe nya. Apalagi kalo si cewe blm ada rasa spesial sama kamu.

Nda percaya ? Tanyakan kepada wanita yang terdekat disampingmu gan !

2. BERI KELONGGARAN
Pernah melarang cewe agan melakukan ini dan itu ? Atau mungkin tidak diperbolehkan bermain bersama teman-teman cowo nya ? Atau mungkin agan marah saat dia ingin ditemui oleh mantan nya =D

Perlu di sadari bro, saat masa pacaran, dia baru berupa PACAR kamu, bukan istri kamu. Ini adalah kesalahan yang banyak dilakukan oleh cowo yang masih Labil ( walau kadang juga dilakukan oleh pria dewasa ).

kamu menjadi posesif, cemburuan, dan melarang sang pacar untuk bersosialisasi dengan teman-temannya yang lain. Ini nda masuk akal !! itu adalah tugas seorang suami bro, bukan hak seorang pacar. Ingat, kamu masih di tahap PACARAN !!!

3. JANGAN SOK INGIN TAHU
Penasaran saat sang pacar sibuk sms an sendiri, penasaran saat sang pacar asik di telepon temennya, penasaran saat sang pacar di sms tidak membalas, atau telepon tidak diangkat. lalu agan MARAH =D

Pernah melakukan hal ini ?

Bro, kelakuan ini di mata wanita SANGAAAAAAT tidak menarik. Siapapun, saat privasinya diganggu atau dilanggar, akan merasa terganggu. Apalagi privasi ini tidak ada hubungannya dengan kamu bro ( yang biasanya maen selonong karena merasa cemburu buta )

4. BERPIKIRAN DEWASA
Berpikiran dewasa tidak harus menjadi seperti bapak2 atau orang tua.

Bisa menghandle DRAMA dari wanita, adalah syarat yang wajib dan sangat penting dimiliki seorang pria. Jika pacar ngambeg, dan anda ikut ngambeg, jadinya malah bertengkar dan ngambeg kuadrat. Sama-sama nda dewasa dong

Saat keinginan agan tidak dituruti pacar, misalnya janji kencan batal, lalu agan marah. Saat pacar di telepon atau disms mantan agan cemburu. Saat dia di sms tidak membalas, meski sudah di sms 20x, agan Galau !

Ini cuman boleh dilakukan oleh ABG ababil gan. Agan adalah pria dewasa. Hal-hal seperti ini, seharusnya tidak SEMPAT terpikirkan oleh agan, karena agan memiliki hidup yang lebih menarik, daripada memikirkan apa yang dilakukan sang pacar.

5. MAKE IT FUN
Ini adalah INTI dari semua hubungan pacaran.

MAKE IT FUN !!

Ikuti satu pedoman ini saja bro, maka akan sangat menyumbangkan kelanggengan hubungan, apapun itu dimasa depan. Pdkt, pacaran, dll. Milikilah pedoman “IF IT AINT FUN, THEN DONT DO IT !!”

Kalo dibhasa indonesiakan, “Kalo tidak menyenangkan, ya jangan dilakukan atau diteruskan!!! ” .

Hubungan PDKT, PACARAN dan lain-lain, hendaknya FUN, untuk kedua belah pihak. Bagaimana menciptakan suasana FUN, bagaimana agar senantiasa FUN. dan bagaimana menciptakan FUN, jika FUN yang sebelumnya sudah menjadi tidak FUN.

Lakukan ini, maka hubungan agan, akan sangaat bertahan lama, bahkan sampai pelaminan menanti agan. Silakan mengimplementasikan beberapa tips diatas kedalam hubungan agan, maka saya jamin, hubungan yang langgeng, akan menanti di depan mata =)

So, agan siap menjadi seorang Pria Sejati ?

Read More >>

Photo Hot Pacaran Diatas Motor Tukang Ojek

Pasangan Remaja ini sedang di mabuk asmara, sampai-sampai mereka tak bisa dipisahkan. lihat aje nih gan ampe lagi ngojek pun dia duduk asik berduaan sambil pacarann . hadeeehhh !! kok bisa ya sempet-sempetnya di ojek pacaran









http://osserem.blogspot.com/2011/09/photo-hot-pacaran-diatas-motor-tukang.html

Read More >>

Indian Bikini Show-Foto Yang Luar Biasa


Zona Malam - Indian Bikini Show-Amazing Pics











 
http://www.fashingnet.com/2011/09/indian-bikini-show-foto-yang-luar-biasa.html
Read More >>

LUAR BIASA, Inilah Hewan Piaran Orang-Orang AFRIKA !!!
















sumber :http://goo.gl/Ev5nN
Read More >>

Cerita ketika Artis Porno Melahirkan

Suatu hari, seorang artis porno sedang menjalani persalinan di sebuah rumah sakit. Dan sebelum melahirkan, dia sempat berbincang bincang dengan sang dokter.

Wanita : "Dokter, apabila bayi saya lahir tolong ceritakan warna dari setiap bagian tubuh anak saya ya dok,.."
Dokter ; " Lhoh,..emangnya kenapa?? "
Wanita : " Saya Aktris porno dan anak ini hasil dari akting film saya, jadi saya tidak tahu pasti siapa bapak dari anak saya ini"
Dokter hanya mengangguk,. paham apa yang sedang di rasakan oleh aktris tersebut. Dan ketika persalinan berjalan, bayipun mulai keluar dan tampak.

Dokter : "Nah, kepala dari ayi anda sudah mulai muncul. Rambut dari anak anda pirang. Apakah anda sempat bermain dengan pria bule ketika membintangi film porno anda??
Wanita : " uhh , Iya dok,.."
Tak lama kemudian bayi semakin nampak, dan dokter melanjutkan.
Dokter : " Wah , kulit dari muka bayi anda agak pucat dan juga matanya sipit. Apakah dalam film anda ada aktor China nya juga??"
Wanita : " Ada dok betul"
Wanita itu semakin penasaran.
Dokter : Nah,..sekarang keluar dada dan kedua tangannya, warnanya hitam bu. Apakah lawan anda juga ada orang negronya?? Nah bu,.. terus kaki dari bayi anda berwarna sawo matang,.. apakah ada juga orang Indonesianya?"

Wanitaitu semakin penasaran. Dan setelah seluruh tubuh bayi keluar. Dokter pun memukul pantat dari si bayi itu, keluarlah tangisan dari si bayi itu.

Bayi : " Oeekk,... Oeeekkkkk ,.. Oeeekk"

Wanita itu pun mendesah dengan lega sambil berkata. " Syukurlah, aku sempat mengira tadi bayiku akan menggonggong. "

sumber : http://gaumum.blogspot.com/2011/09/cerita-ketika-artis-porno-melahirkan.html
Read More >>

Terlalu!! Anggota Dewan Tega Curi Uang 1jt Seorang Ibu di atm

Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, inisial SM, diduga menyolong uang milik seorang perempuan inisial LN melalui ATM Bank Mandiri Kota Bengkalis sebesar Rp1 juta rupiah. Menurut pengkuan LN, peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (26/8), beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Waktu itu ia kehilangan uang senilai Rp1 juta dari rekening tabungannya di Bank Mandiri. Usut punya usut uang tersebut ternyata diduga diambil oleh anggota DPRD Bengkalis, SM, ketika kartu ATM miliknya tertinggal di dalam mesim ATM Bank Mandiri Jalan Ahmad Yani, Bengkalis.


Anggota dewan yang terhormat tergiur dengan uang nasabah yang jumlahnya kecil

Dipaparkan LN, peristiwa itu berawal saat ia singgah di ATM Bank Mandiri untuk mengecek saldo. Waktu itu datang salah seorang warga dengan tergesa-gesa mengetuk pintu ATM, sehingga membuat LN tergesa-gesa meninggalkan lokasi ATM Bank Mandiri di depan Kantor Bupati Bengkalis. Saking tergesanya, ia lupa mengambil kartu ATM yang masih melekat di mesin ATM.

"Karena terburu-buru, kartu ATM saya tertinggal di dalam mesin ATM. Saya waktu itu hanya menarik uang beberapa ratus ribu saja. Tapi, melalui SMS banking di handponenya ternyata ada penarikan sebesar Rp1 juta lagi setelah itu. Padahal saya tidak ada melakukan penarikan waktu itu," katanya.

Diceritakan LN, usai mengecek saldo ia langsung menuju ke sepeda motornya dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan pulang, tiba-tiba ia merasa kehilangan kartu ATM miliknya. LN pun lantas mengecek kartu ATM miliknya. Setelah dicek isi dompetnya, ternyata tidak terlihat kartu ATM Bank Mandiri di dompetnya.

LN pun panik dan langsung berputar kembali menuju ke Bank Mandiri Cabang Bengkalis di Jalan Ahmad Yani. Setiba di lokasi, LN sedikit lega, karena kartu ATM-nya dipegang salah seorang security Bank Mandiri. Dituturkan LN, ia sempat bingung kenapa laporan SMS Banking mengabarkan jika uang sebesar Rp1 juta baru saja diambilnya, sementara ia hanya menarik beberapa ratus ribu saja.

LN sempat kebingungan dan meminta suaminya untuk mengecek kembali uang di tabungan Bank Mandiri miliknya. Setelah dicek, ternyata uang sebesar Rp 1 juta tersebut benar-benar raib. Setelah dilakukan pengecekan ulang kepada security Bank Mandiri, satpam mengetahui orang yang telah menggembalikan kartu ATM itu.

"Satpam Bank Mandiri mengatakan kalau yang mengembalikan ATM itu ia kenal orangnya anggota DPRD Bengkalis berinisial SM. Kita sudah ketemu dengan SM dan dia mengakui segala perbuatannya itu dan mengaku kilaf. Kasus ini akan saya tindaklanjuti dengan melaporkan ke polisi," ancam LN.

Tidak Sengaja

Anggota DPRD Bengkalis, SM, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/9), mengakui kalau ia telah menarik uang sebesar Rp1 juta dari ATM milik LN yang masih tertinggal di mesin ATM. Tetapi ia menegaskan kala itu ia tidak sengaja menekan tombol yang mengakibatkan uang Rp 1 juta itu keluar.

"Karena terburu-buru, saat saya tekan salah satu tombol, uang keluar dan saya ambil. Tetapi jujur, tidak ada niat saya mengambil uang itu. Logikanya berapalah uang Rp 1 juta itu," tegas SM.

SM meyakinkan kalau dirinya beritikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Secara pribadi ia telah menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan berusaha menempuh jalur damai.

Kasat Reskrim Bengkalis melalui Kanit Buser IPDA Novi Fossu ketika dikonfirmasi menyebutkan, sejauh ini belum ada laporan resmi terkait adanya dugaan pencurian uang melalui ATM tersebut. Memang ia ada mendapat kabar dari sejumlah pihak, tapi belum ada laporan resmi yang masuk ke pihaknya. 
sumber : http://goo.gl/NoSCv
Read More >>